Selasa, 22 November 2011

Prioritas Di Tengah Kesibukan

John Maxwell dalam bukunya yang berjudul “Falling Forward” mengisahkan cerita ini :
Seorang pengusaha datang ke sebuah toko bunga.

Ia memesan bunga untuk diberikan kepada temannya yang baru memindahkan tokonya di tempat baru. Hari itu, tampak sekali toko bunga itu sangat sibuk.

Keesokan harinya pengusaha itu mengunjungi toko temannya yang baru dan sangat kaget saat melihat karangan bunga dengan namanya tercantum di situ.

Alasan ia kaget ialah saat membaca pesan yang tertera di karangan bunga tersebut :
”Teriring simpati mendalam untuk masa duka ini.”


Pengusaha itu begitu malu dan langsung menyampaikan kekesalannya pada toko bunga itu. Pegawai toko itu meminta maaf dan menjelaskan bahwa tokonya terlalu sibuk sehingga terjadi kesalahan, pesanan tersebut tertukar dengan pesanan lainnya. Tahukah Anda nasib karangan bunga pesanan pengusaha itu?

Ternyata karangan bunga itu dikirim ke sebuah rumah duka dengan pesan berbunyi :
”Berharap yang terbaik di lokasimu yang baru.’

Cukup menggelikan bukan? Tetapi itulah realita yang sering terjadi di dalam dunia bisnis. Dengan alasan terlalu sibuk, pekerjaan justru tidak dilakukan dengan baik.

Lebih parah lagi jika hal ini terjadi saat kita memberi pelayanan langsung kepada konsumen atau relasi bisnis kita, seperti toko bunga itu.

Tentu jika kesalah seperti ini terus dilakukan, bukan hanya perusahaan kita rugi, tetapi juga kepercayaan konsumen kita akan menurun.

Itu sebabnya, mengatur prioritas hidup adalah satu hal yang sangat perlu kita lakukan. Jangan salah, orang yang terlalu sibuk sering kali lebih muda kehilangan fokus. Kinerjanya menjadi terganggu dan kesalahan pun tinggal menunggu terjadi. Sebaliknya, adanya prioritas akan membuat pekerjaan menjadi mudah dikerjakan dan kesalahan bisa diminimalisir. Penjadwalan yang baik, kerja tim yang maksimal, keseimbangan kerja dengan sistem pendelegasian yang tepat adalah beberapa ciri prioritas yang teratur. Terlalu sibuk dan lelah justru akan membuat kita tidak dapat bekerja efektif.

Jangan sampai kesibukan membuat Anda tidak lagi bisa mengatur prioritas.

Terlalu sibuk membuat kita kehilangan fokus dan mudah membuat kesalahan

Sumber: Spirit Motivator Feb ’10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar